Menimbang Dua Penafsiran atas Pratama Arhan
Ada dua mazhab dalam membaca Pratama Arhan, dan mengetahui keduanya jauh lebih berguna daripada buru
Pemain Indonesia - Brunner Football Gallery
Ada dua mazhab dalam membaca Pratama Arhan, dan mengetahui keduanya jauh lebih berguna daripada buru
Ada satu anggapan tentang Jordi Amat yang diulang begitu sering sampai terdengar seperti fakta, pada
Ada satu anggapan tentang Rafael Struick yang diulang begitu sering sampai terdengar seperti fakta,
Kalau selama ini mengikuti Asnawi Mangkualam terasa melelahkan, masalahnya kemungkinan besar ada pad
Bagian dari Egy Maulana Vikri yang paling sering dibutuhkan sehari-hari ternyata cuma segelintir, da
Mengikuti Ivar Jenner dari zona waktu yang berjarak tujuh jam membentuk kebiasaan tersendiri, termas
Beberapa musim terakhir mengubah cukup banyak hal di sekitar Yakob Sayuri, dan sebagian perubahannya
Yang membedakan penonton yang paham Ernando Ari dan yang tidak sering bukan kedalaman teorinya, mela
Bagian dari Witan Sulaeman yang paling sering dibutuhkan sehari-hari ternyata cuma segelintir, dan s
Kalau tujuannya sekadar bisa memakainya, Elkan Baggott tidak menuntut pemahaman menyeluruh; cukup ta
Ada tiga hal tentang Ernando Ari yang hampir selalu ditanyakan, dan ketiganya bisa dijawab tanpa mas
Perdebatan tentang Saddil Ramdani biasanya bukan soal siapa yang benar, melainkan soal dua kelompok
Perubahan pada Asnawi Mangkualam jarang diumumkan; ia biasanya terlihat belakangan, ketika kebiasaan
Waktu punya cara memisahkan mana bagian dari Evan Dimas yang benar-benar penting dan mana yang hanya
Yang menarik dari perkembangan Pratama Arhan belakangan ini adalah arahnya cukup konsisten, meski do
Sebagian tren yang menyangkut Ricky Kambuaya kemungkinan akan bertahan, sebagian lagi kemungkinan hi
Dilihat dalam rentang beberapa musim, banyak hal tentang Asnawi Mangkualam yang tadinya terasa drama
Yang membuat salah kaprah seputar Elkan Baggott awet adalah kenyataan bahwa ia sesekali terbukti ben
Yang jarang disebut tentang Sandy Walsh adalah harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan, karena
Mengikuti Ivar Jenner secara berkelanjutan ternyata lebih soal ritme daripada soal waktu luang, dan